Rabu, 22 Juli 2009

Heboh! Fenomena Mata dan Tangan Tuhan

Kegemparan yang disebabkan fenomena penemuan Eye of God alias "Mata Tuhan" oleh astronom Eropa Februari lalu baru saja reda. Kini muncul kehebohan baru setelah wahana ruang angkasa tanpa awak milik NASA mengabadikan gambar yang tidak kalah sensasional. Yaitu, "Tangan Tuhan".

Foto: Eye Of God / Mata Tuhan (Kredit Foto : NASA)

Sebagaimana dilansir Daily Telegraph, gambar yang dipotret oleh Chandra X-ray Observatory itu memperlihatkan nebula yang membentuk seperti tangan.

Diperkirakan "Tangan Tuhan" itu terbentuk dari ledakan bintang superbesar, supernova. Hasil ledakan itu dikenal sebagai B1509, berupa pusat astronomi yang diperkirakan berusia 1.700 tahun dan berjarak 17.000 tahun cahaya dari permukaan bumi. Itu berarti membutuhkan waktu perjalanan sinar-X dengan kecepatan 670 juta meter per jam menuju bumi.

Foto: Tangan Tuhan (Credit Foto NASA)

"Tangan Tuhan" tersebut dideskripsikan sebagai awan biru yang remang-remang terlihat seperti sedang mengulurkan ibu jari dan jari-jarinya berusaha menggenggam batu bara yang merah menyala.

"Gambar itu diabadikan dari kumpulan awan biru yang mengorbit sekitar 360 mil dari permukaan bumi," kata sumber di NASA seperti dikutip Daily Mail.

Pusat energi ''Tangan Tuhan'' itu dijelaskan oleh NASA luasnya kecil, sekitar 12 mil (sekitar 19,3 kilometer). Tetapi, putarannya sangat cepat, membuat tujuh rotasi lengkap setiap detik. Partikel-partikel yang menyebar itu membentuk perputaran nebula 150 tahun cahaya. "Jari-jari" itu seperti mentransfer energi dengan mendekati awan gas yang berbentuk seperti batu bara yang mengeluarkan cahaya berwarna oranye dan merah dalam sinar X.

Warna pada gambar mewakili perbedaan intensitas energi. Cahaya biru merupakan area dari sinar-x tertinggi diikuti hijau dan merah. Pusat astronomi "Tangan Tuhan" itu memuntahkan sejumlah besar energi elektromagnetik , menciptakan debu dan awan gas begitu luasnya sehingga bersinar 150 tahun cahaya. Bintang neutron yang membentuk gambar itu merupakan bagian dari awan gas yang mendapatkan energi dari angin elektron dan ion yang menyebar keluar dari pulsar. (kepritoday.com)

Video Gerhana Matahari Total Juli 2009

Video Gerhana Matahari Total Juli 2009 - Gerhana matahari total telah terjadi pada, Rabu (22/07/09) yang berlangsung selama 6 menit 39 detik, dan terlihat dengan jelas pertama sekali di Teluk Khambhat, utara kota Mumbai, India, dan kemudian akan bergerak ke kawasan lain India, Nepal, Myanmar, Bangladesh, Bhutan, dan China dan kemudian berakhir di Samudra Pasifik.



Video Gerhana Matahari Total Juli 2009

Gerhana ini juga akan mengenai beberapa pulau di wilayah selatan Jepang dan terlihat terakhir kali dari Pulau Nikumaroro yang terletak di Pasifik Selatan. Salah satu daerah yang paling baik untuk menyaksikan peristiwa ini adalah seluruh kota Shanghai dan pulau-pulau di bagian selatan Jepang yang akan tertutup oleh kegelapan pada siang hari.

Diukur dari durasinya, gerhana matahari total kali ini paling lama karena diperkirakan akan berlangsung selama 6 menit 39 detik. Gerhana matahari total sebelumnya terjadi pada bulan Agustus 2008 dengan durasi 2 menit 27 detik.

Banyak orang, baik awam maupun para ilmuwan, berniat menempuh jarak yang jauh demi menyaksikan peristiwa sekali seumur hidup ini. Para ilmuwan hendak menjadikan data dari gerhana matahari ini sebagai acuan untuk membantu menjelaskan apa-apa saja struktur dari matahari dan mengapa timbul ledakan di permukaannya. Para ahli astronomi berharap gerhana dapat menyingkap sejumlah petunjuk tentang matahari.

Bumi Bisa Kiamat Tahun 2029

Asteroid raksasa Apophis akan menuju bumi pada April 2029. Jika jatuh ke bumi, asteroid ini bisa menimbulkan malapetaka besar, bahkan kehancuran global.

Astronomer masih sulit mengetahui ancaman terbesar dari Apophis. Asteroid ini orbitnya akan dibelokkan oleh daya tarik bumi pada 2029.

Pada 2029, asteraid itu diperkirakan akan terlihat dengan mata telanjang di malam hari. Apophis yang ditemukan pada 2004, memiliki ukuran 210 hingga 330 meter atau 690 atau 1080 kaki.

Sebagai perbandingan, asteroid yang memusnahkan dinosaurus 50 juta tahun lalu berukuran 6,2 mil.

Jatuhnya asteroid terakhir berdiameter besar 50 terjadi di Siberia pada 1908. Untungnya jatuh di derah yang tidak berpenghuni di wilayah Rusia. Runtuhan itu menyebabkan rusaknya wilayah sepanjang 800 mil persegi.

"Karena ukurannya lebih besar, kerusakan mungkin lebih besar," kata Nick Kaiser, ilmuwan di University of Hawaii.

Obyek seukuran setengah mil yang menabrak bumi bisa menyebabkan kehancuran global. Tapi hal seperti itu hanya terjadi sekali dalam satu juta tahun.

NASA menghitung, benda seperti itu akan mendekati bumi selama 800 tahun. Ilmuwan mengira akan mendapat secara detail orbit Apophis pada 2013 hingga 2021, saat jaraknya 9 juta mil. Itu akan cukup dekat untuk diawasi dengan radar. (inilah.com)

Asteroid Sepanjang 50 Km Dekati Bumi

Sebuah asteroid sepanjang 50 km mendekati bumi pada hari ini, Senin (9/3/2009). Posisi asteroid tersebut lebih dekat daripada jarak bulan ke bumi.


"Jaraknya kurang dari 74.000 km, 2 kali dari jarak satelit geo stasioner," kata Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika LAPAN Thomas Djamaluddin kepada detikcom, Senin (9/3/2009).

Namun Thomas meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Asteroid tersebut masih berada dalam jarak aman.

"Melintas saja karena dekat, setelah itu menjauh lagi. Kemungkinan tidak akan bertubrukan dalam waktu seabad lagi," jelasnya.

Peristiwa tubrukan asteroid, kata Thomas, sebelumnya pernah terjadi 65 juta tahun yang lalu. Pada saat itu, tumbukan terjadi di Semenanjung Yukatan, Meksiko, yang diduga menjadi penyebab musnahnya dinosaurus dari muka bumi.

"Yang kedua seabad lalu, ada pecahan komet ENCKE yang jatuh di Siberia. Hal ini menyebabkan lubang sebesar Jawa Barat," tambahnya.

Untuk asteroid kali ini, Thomas mengaku tidak terlalu khawatir. Seandainya jatuh ke bumi pun dampaknya tidak akan terlalu besar.

"Kemungkinan hanya mengganggu jaringan satelit di bumi saja," pungkasnya. (detiknews.com)

Awan Aneh Muncul di Langit Jakarta

Berita tentang keberadaan awan aneh yang berwarna putih yang muncul di langit jakarta, pada hari senin (2/3) pagi, memang telah menjadi perbincangan yang menghangat ditengah masyarakat, mengingat mitos yang beredar bila terjadi fenomena awan aneh seperti ini muncul, maka akan terjadi bencana alam, berikut adalah berita selengkapnya yang di kutip dari situs tribunbatam.co.id

GUMPALAN awan aneh berwarna putih muncul di langit Jakarta, Senin (2/3) pagi. Awan berbentuk tiang itu berbeda dengan gumpalan awan lain di sekitarnya. Sementara di Sulawesi Tengah terjadi gempa berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) yang membuat retak ratusan bangunan.
Awan serupa pernah terjadi di Kobe, Jepang. Awam tegak muncul delapan hari sebelum tragedi gempa 7,2 SR mengguncang Kobe pada 17 Januari 1995. Gempa ini menewaskan 4.571 orang, 14.678 terluka, dan 222.127 warga mengungsi.

Pada 17 Juli 2006, kawasan Pantai Pangandaran Kabupaten Ciamis dan sekitarnya diguncang gempa berkekuatan 6,8 SR yang terjadi juga menyebabkan gelombang tsunami yang menerjang Pantai Selatan Jawa Barat seperti Cilauteureun-Kabupaten Garut, Cipatujah-Kabupaten Tasikmalaya, Pantai Selatan Cianjur dan Sukabumi.

Tsunami juga menerjang Pantai Cilacap dan Kebumen Jawa Tengah, serta Pantai Selatan Kabupaten Bantul Yogyakarta. Dua bulan sebelumnya, gempa juga telah mengguncang Kota Yogyakarta. Itu terjadi pada tanggal 27 Mei 2006. Saat terjadi bencana itu, warga melihat awan tegak lurus.

Berkembang mitos di masyarakat bahwa awan tegak lurus tersebut berkaitan dengan gempa. Apalagi fenomena serupa pernah terjadi di Kobe pada 17 Januari 1995, sebagaimana disebutkan di atas. Beberapa pendapat mengatakan, awan tegak muncul karena proses pergeseran lempeng bumi menghasilkan gelombang elektromanetis yang kemudian menghisap awan, sehingga bentuknya aneh alias tegak lurus seperti tiang.

Namun, tanggapan para ahli geologi, awan tersebut tidak ada kaitan sama sekali dengan kedua gempa tersebut. Lantas, apakah awan tegak lurus yang kemarin muncul di Jakarta ada kaitannya dengan bakal munculnya gempa kuat?

Sekali lagi, menurut para ahli geologi, gempa adalah fenomena alam yang paling sulit diprediksi. Bahkan tidak bisa diprediksi sebelumnya. Kesimpulannya, kedua fenomena alam tersebut tidak ada kaitannya. Kendati begitu, belum ada ahli yang menjelaskan mengenai penyebab awan ‘aneh’ tersebut.

Gempa Palu
Gempa 5,7 SR mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (2/3) pukul 08:12 Wita. Ribuan penduduk setempat panik dan berhamburan keluar rumah. Belum ada laporan mengenai korban cedera maupun korban jiwa, namun gempa tersebut menyebabkan kerusakan.

Ratusan rumah penduduk dan fasilitas umum pada belasan desa di Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, mengalami kerusakan. Kendati Umumnya tingkat kerusakan bangunan itu masuk kategori rusak ringan dan rusak sedang seperti retak-retak hingga menganga.

Kapolsek Dolo Barat, Iptu Ridwan Hutagaol mengatakan, kerusakan bangunan sebagian besar berada di desa dekat pusat gempa, semisal Pesaku, Sibowi, dan Bobo.

Di Palu, banyak penduduk setempat berhamburan keluar rumah saat terjadi gempa, termasuk anak sekolah dan pasien di rumah-rumah sakit serta pegawai di perkantoran.

Bahkan kegiatan belajar-mengajar di TK hingga SLTA dihentikan. Murid-muridnya dipulangkan lebih awal guna menghindari terjadinya korban jiwa apabila muncul gempa susulan yang lebih keras.

“Waktu terjadi gempa hampir semua teman saya menangis karena ketakutan. Lalu, kami semua disuruh keluar di halaman upacara sambil menunggu jemputan,” kata Sitti Syakira (7), siswi SD Negeri 25 di Jl Ahmad Yani Palu.

Gelombang tinggi
BMG mengeluarkan peringatan dini melalui situsnya agar masyarakat mewaspadai hujan deras, petir, dan angin kencang. Kondisi itu berpeluang terjadi antara tanggal 3 - 9 Maret 2009 di berbagai wilayah, termasuk Kepulauan Riau.

BMG juga memperingatkan bahwa antara tanggal 3-4 Maret, mulai pukul 07.00 WIB, berpeluang terjadi gelombang setinggi 2 - 4 meter, termasuk di Laut Natuna. Gelombang setinggi itu sangat berbahaya bagi perahu nelayan, tongkang, tugboat, roro, LCT dan Ferry. Gelombang setinggi 4 - 5 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah yang berbahaya bagi semua jenis kapal.

Bagi nelayan di pantai selatan Provinsi DI Yogyakarta, diingatkan untuk waspada terhadap gelombang tinggi yang terjadi akibat bibit badai di barat daya Bengkulu. Gelombang 3 meter diperkirakan berlangsung hingga 3 hari ke depan.

Sebelumnya Karo Cyber telah mengutip berita dari situs detik.com yang menyatakan bahwa awan aneh di langit Jakarta hanyalah awan biasa dan tidak ada unsur-unsur bertanda akan terjadi sebuah bencana bisa anda baca disini

Komet Lulin Malam ini Terlihat Dilangit

Komet lulin atau yang juga disebut C/2007/ N3 akan melintas dengan jarak terdekat dengan bumi, yaitu berada pada jarak 61 juta km pada malam hari ini (24/02/09).


Foto: Komet Lulin (inilah.com)

Ini merupakan sebuah fenomena yang langka, karena Lulin akan segera menjauh dan mungkin seumur hidup kita tidak akan pernah lagi melihatnya.

Dengan teleskop, di Indonesia mulai akan tampak pada pukul 21.00 WIB dan mencapai titik tertinggi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari dan menjelang subuh akan meredup, kata pakar astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Dr Thomas Djamaluddi dari Bandung Seperti yang dikutip dari Inilah.com

Semula objek tersebut dikiri sebuah asteroid, namun dalam pengamatan selanjutnya ketika semakin dekat dengan matahari mulailah terlihat kepala komet yang terbentuk dari debu dan ion hasil penguapan dan ionisasi inti komet.